Benarkah Nada Ngabaso Bisa Menanggulangi Perubahan Iklim Saat ini ?

Akhir-akhir ini kondisi bumi sangat berbeda dengan kondisi bumi sebelumnya. Kondisi  bumi  saat ini mengalami pemanasan, yang biasanya udara pagi sejuk dan menyegarkan sekarang ini situasi udara sangat panas dan gerah. Kondisi sseperti ini salah satunya adalah akibat dari efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Bahkan disebutkan sejak tahun 2010-2019 perubahan iklim saat itu menjadi dasawarsa terpanas  tercatat 140 tahun yang lalu, hal ini berdasarkan laporan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administation (NASA). (Dikutip dari Kompas.com.2022. Krisis Iklim Sudah Menghawatirkan).

Salah satu penyebab terbesar terjadinya emisi gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2) yang berada di sekitar lingkungan kita. Karbon dioksida terdiri dari karbon dan oksigen yang dihasilkan dari proses pernapasan makhluk hidup, proses pembusukan makhluk hidup. Namun saat ini hampir setengah  karbon dioksida (CO2) diudara paling banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas bumi.  (Kumparan Tekno & Sains. 2020. Efek Rumah Kaca). Belum lagi dengan banyaknya penebangan dan pembakaran hutan yang terjadi dimana-mana untuk digunakan pembangunan Gedung-gedung, pabrik, dan lahan pertanian baru. Tanpa disadari hutan yang dibakar itu akan menciptakan gas sampingan dalam bentuk karbon dioksida.Terjadinya penebangan dan pembakaran hutan itu per tahunnya melepaskan milaran ton karbon dioksida ke atosfir bumi. (Desi Lestari. 2020. Efek Rumah Kaca : Pengertian, Penyebab dan Prosesnya). Gas karbon dioksida ini memiliki dampak yang sangat berbahaya karena sangat berpengaruh terhadap pemanasan global.

Sekarang kita amati kembali, lingkungan kehidupan sehari-hari kita baik di kota atau pun di desa, aktivitas lebih banyak menggunakan kendaraan bermotor. Hampir setiap rumah memiliki kendaraan bermotor, jalan-jalan dipenuhi dengan orang-orang yang menggunakan kendaraan. Anak-anak pergi ke sekolah banyak yang diantarkan dengan kendaraan bermotor. Kepala sekolah dan guru-gurunya pun sama banyak menggunakan mobil dan kendaraan bermotor sehingga mengakibatkan emisi gas CO2 semakin meningkat secara drastis dan perubahan iklim pun semakin meningkat.

Emisi gas karbon dioksida (CO2) ini sebenarnya bisa dikendalikan salah satunya yaitu dengan mengurangi frekuensi menggunakan kendaraan bermotor. Yang menjadi pertanyaan sekarang, Apakah sepeda bisa menjadi salah satu mengurangi emisi gas CO2? Bagaimanakah  hubungannya sepeda dengan perubahan iklim?

Perubahan iklim merupakan salah satu dari penyebab pemanasan global. Perubahan iklim sangat berdampak terhadap segmen kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi. Sudah dijelaskan di atas, bahwa penyebab utama polusi tertinggi adalah berasal dari kendaraan bermotor yang merupakan penyumbang emisi  gas karbon dioksida (CO2) terbesar. Dalam rangka menggulangi gas emisi CO2 ini, perlu diupayakan mereduksi jumlah polusi udara yaitu dengan cara mengurangi kadar asap bermotor. Langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan cara bersepeda atau jalan kaki. Istilah Sekarang disebutnya gowes yaitu sejak munculnya wabah Covid-19 banyak orang yang beraktivitas olah raga pagi  menggunakan sepeda.

Bersepeda banyak menimbulkan manfaatnya dan berdampak besar terhadap kehidupan kita. Diantaranya yaitu bersepeda dapat mengurangi stress karena aktifitas sehari-hari. Bersepeda dapat mengurangi stress karena aktifitas sehari-hari. Bersepeda secara teratur juga dapat mengurangi berat badan disamping menjaga kebiasaan pola makan yang sehat. Metabolism tubuh orang yang bersepda lebih terjaga dan staminanya juga lebih baik. Apabila ditinjau dari segi ekonomi, bersepeda dapat menghemat transprtasi bebas dari biaya bahan bakar bensin dan juga terbebas dari biaya parkir, he he.

Menilik kepada uraian di atas, sangat jelas bahwa dengan bersepeda bisa mengurangi efek emisi CO2. Oleh karena itu, SDN Karangpawitan V sangatlah tepat kepala sekolahnya mencanangkan “Program Nada Ngabaso” yang merupakan akronim dari “Naik Sepeda Ngabring Bareng ke Sekolah”. Sekolah kembali membudayakan jaman dahulu orang-orang beraktivitas menggunakan sepeda sebagai alat tansportasinya. Sekarang ditanamkan kepada anak-anak di sekolah agar mereka terbiasa menggunakan sepeda dan tahu manfaat dari bersepeda itu sendiri. Dengan adanya “Program Nada Ngabaso” secara tidak langsung sekolah sudah bisa menanggulangi perubahan iklim.

Perubahan iklim merupakan salah satu dari penyebab pemanasan global. Perubahan iklim sangat berdampak terhadap segmen kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi. Salah satu solusi cara penanggulangannya adalah dengan cara mengurangi emisi CO2 yaitu dengan cara merubah pola pengendara bermotor beralih menggunakan sepeda. Seperti yangdiprogramkan oleh kepala sekolah SDN Karangpawitan V yaitu Program Nada Ngabaso.

DAFTAR PUSTAKA

 

Desi Lestari. 2020. Efek Rumah Kaca : Pengertian, Penyebab dan Prosesnya. Siswa Pedia. https://www.siswapedia.com/efek-rumah-kaca-pengertian-penyebab-dan-prosesnya/

 

Erlangga.2022. Krisis Iklim Sudah Mengkhawatirkan, Kenali 6 Penyebab Pemanasan Global.Kompas.com.  https://www.kompas.com/sains/read/2022/07/12/144500723/krisis-iklim-sudah-mengkhawatirkan-kenali-6-penyebab-pemanasan-global.

 

Tekno & Sains. 2020. Efek Rumah Kaca: Inilah 6 Gas Penyebab Global Warming. Efek Rumah Kaca: Inilah 6 Gas Penyebab Global Warming | kumparan.com

 

Perserikatan Bangsa – Bangsa Indonesia.2022.Penyebab Dan Dampak Perubahan Iklim. https://indonesia.un.org/id/175273-penyebab-dan-dampak-perubahan-iklim

Facebook
WhatsApp
Twitter